Senin, 10 November 2014

Malam Ini Aku Kembali Aksi Turun Jalan

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan
.-Soe Hok Gie



  

   Tadi malam aku kembali Aksi turun jalan, dalam rangka memperingati hari pahlawan dan menolak kenaikan harga BBM. Aksi yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya itu dihadiri oleh beberapa kader dari Koorkom maupun Komisariat di Suarabaya berjalan dengan Sayalancar setelah melakukan orasi dan ditutup dengan sebuah teatrikal.

      Malam itu aku kembali Orasi, dalam orasiku, aku mengingatkan kepada kawan-kawan yang ikut aksi bahwa Bung Karno pernah mengatakan "Tugasku lebih ringan daripada tugas kalian nanti, yaitu tugasku hanya mengusir penjajah asing di negeri ini, Tapi tugas kalian lebih berat yaitu mengusir penjajah negeri sendiri".  Diawal Orasi aku memang sengaja menyampaikan pesan bung Karno itu, karena mengingat perjuangan yang dilakukan dulu oleh para pahlawan kita adalah penjajah asing, tapi sekarang sudah berganti yang dilawan sekarang adalah penjajah dari negeri sendiri. Betapa sedihnya, kalau bangsa ini rusak oleh anaknya sendiri, rakyat semakin ditindas oleh sistem yang dibuat oleh anak bangsa sendiri; kemisikinan, pengangguran, dll itu, sudah menjadi kawan setia bagi rakyat kita, kalau lah perlu menuntut siapakah yang bertanggung jawab atas kondisi bangsa yang makin hari makin rusak ini?. Mari kita sama-sama merenungkan dengan hati nuranu anak bangsa untuk menjawab pertanyaan itu.

       Di hari Pahlawan ini, mulai hari ini, detik ini kita harus lahir sebagai pahlawan-pahlawan baru. pahlawan untuk bangsa kita ini. Lanjut orasiku. Pesan yang sangat emosional itu aku sampaikan dengan harapan dapat merkokoh spirit perlawan dan menumbuhkan sikap optimisme kawan-kawan yang ikut aksi pada malam itu. karena hanya dengan spirit perlawan dan sikap optimisme itulah kita dapat melakukan sebuah perubahan. Hal lain yang terpikirkan pada malam itu, masih banyak sekali mahasiswa juga mahsiswa yang ikut IMM alergi dengan aksi, buta dengan sistem yang menindas rakyat. Sehingga mereka memilih untuk tidak ikut aksi, Mereka terlalu sibuk belajar lantaran takut nilainya jelek, dalam kondisi seperti ini sebenarnya Mahasiwa tadi itu dalam keadaan tertindas oleh belunggu akademik atau perkuliahan, sehingga mereka sudah kehilangan identas sejatinya sebagai mahasiswa, yaitu sebagai agen perubahan dan kontrol di masayarakat. Sadarlah, Bahwa mahasiswa punya kebebasan, raihlah kebebasan itu untuk perubahan bangsa kita ini.

       Kemudian saya sedikit menyinggung wacana kenaikan harga BBM yang rencananya bulan ini akan dinaikkan oleh pemerintah baru Joko Widodo. Dengan tegas dalam orasi saya menolak keras kenaikan harga BBM. kebijakan menaikkan harga BBM itu akan semakin menyesengsarakan rakyat indonesia. saya katakan BBM itu sudah menjadi jantung bagi kehidupan bangsa ini. lihatlah kalau harga BBM itu naik, harga sembako, barang dan jasa semua akan ikut naik. kemarin direktur PT Indofood mengatakan kalau harga barang naik karena harga BBM naik, itu ngibul (bohong), itu tidak ada hubungannya. Tapi mari kita lihat fakta bahwa setiap pemerintah menaikkan harga BBM, harga sembako, barang, makanan, dll pasti juga ikut naik. Inisiatf pemerintah untuk menyelesaikan polemik kenaikan harga BBM ini meluncur sebuah 3 kartu sakti, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pinter (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Ternyata kartu ini belum sakti sesuai dengan namanya karena kehadiran 3 kartu itu masih dipertanyakan Prosedur dan undang-undangnya. Dan hal itu terkesan polanya sama seperti pemerintahan SBY sebelumnya apabila ada kenaikan BBM rakyat mendapat bantuan oleh pemerintah.

        Sebenarnya dalam kasus  BBM ini, pemerintah jangan hanya mewacanakan kenaikan harga. Tapi pemerintah juga harus bersikap tegas untuk menyelesaikan masalah mafia-mafia minyak. Sungguh ironis, alam indonesia ini sangat kaya, laut dan darat memiliki kekayaan yang luar biasa. Tapi faktanya kekayaan itu tidak pernah dinikmati oleh rakyatnya sendiri. dan kita hanya berharap kepada pemerintah sekarang untuk mengelolah kekayaan alam indonesia ini untuk dinikmati oleh rakyatnya sendiri. bukankah amat UUD 45 mengisyaratkan seperti itu bahwa kekayaan alam dikelolah oleh pemerintah untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Maka jangan salahkan kami kalau  nanti Pemerintah tidak menjalankan amanat UUD 45 kami akan aksi turun jalan menuntut pemerintah Joko Widodo untuk bertanggung jawab bahkan kami tidak akan segan-segan untuk meminta Joko Widodo turun dari jabatannya sebagai Presiden. Karena prinsip kami adalah "kami tidak akan diam melihat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyatnya.

       

0 komentar:

Posting Komentar