Minggu, 02 November 2014

Sumpah Pemuda dan Harapan BAru

Di bulan Oktober ini, bangsa Indonesia dipertemukan pada dua peristiwa bersejerah yang pertema adalah peringatan peristiwa sejarah yang setiap tahunnya selalu diperingati, yaitu Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan kedua adalah sejarah baru bagi bangsa Indonesia atas dilantiknya presiden ke 7 Jokowi widodo dan wakilnya Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober kemarin dan hari minggu (Kemarin-red) susunan Kabinet yang bernamakan Kabinet Kerja sudah terbentuk dan diumumkan secara resmi kepada seluruh rakyat Indonesia.
 Menarik kemudian, jika dua peristiwa tersebut dapat dielaborasikan dan ditemukan relevansinya. Pertama Sumpah Pemuda merupakan sebuah peristiwa sejarah penting bagi bangsa Indonesia, peristiwa yang tak bisa kita lupakan begitu saja, pun dengan peristiwa itu kita jangan kemudian harus kembali pada masa lalu, akan tetapi sejarah itu kita jadikan refesensi untuk menatap masa depan dan memecahkan persoalan kekinian. Sejalan apa yang dikatakan oleh Michel Foucault, Sosiolog Perancis bahwa sejarah bukan melulu bicara masa lalu tapi sejarah adalah untuk masa kini. Lebih dari itu Fouaoult menggagas konsep tentang genealogi yang artinya sejarah ditulis untuk kepentingan masa kini yaitu hubungannya dengan komitmen terhadap masalah-masalah kontemporer. Maka pertanyaan yang mendasarnya adalah apakah sejarah sumpah pemuda dapat menjawab persoalan-persoalan bangsa Indonesia saat ini ?. Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu kiranya dijelaskan di sini peristiwa sejarah sumpah pemuda walaupun nanti dijelaskan dengan singkat.
Peristiwa sumpah pemuda bukanlah peristiwa terjadi begitu saja tanpa ada proses panjang sehingga terjadinya peristiwa tersebut. Sumpah pemuda merupakan bentuk otentik sejarah bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan hasil dari perjuangan keras rakyat yang selama ratusan tahun berada di bawah garis penjajahan atau tertindas di bawah kekuasaan kaum kolonialis, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong semangat para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Hal itu tak lepas dari kemunculan organisasi yang notabene Pemuda pada saat itu baik yang sifar pergerakan nasional seperti Organisasi Boedi Oetomo dan organisasi-organisasi pemuda lainnya yang mengatasnamakan, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamienten, Jong Bataks Bond, Jong Celebes serta Perhimpuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang memprakarsai terselenggaranya Kongres Pemuda.
Menelisik peristiswa tersebut penanda yang perlu disoroti pada peristiwa itu adalah Pemuda. Kata pemuda itu selalu menarik untuk diberbincangkan khususnya di negeri ini karena pada dasarnya bahwa setiap peristiswa sejarah di negeri ini adalah selalu dipelopori oleh pemuda, yang salah satunya bentuk otentiknya adalah sumpah pemuda sebagai petanda lahirnya bangsa indonesia. Maka agaknya tidak berlebih jika Bung Karno menekakan bahwa nasib bangsa indonesia ini berada di tangan pemuda. Bahkan sangking takjubnya kepada pemuda, Bung Karno kemudian berpesan “ berikan aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 Pemuda niscaya akan aku guncangankan dunia”.
Selebihnya apa yang dikatakan oleh Bung Karno adalah sebuah pengharapan kepada pemuda. Maka kemudian bagaimana menjawab pertanyaan mendasar di atas tadi, Agar tidak terkesan bahwa perayaan Sumpah pemuda yang tiap tahunnya selalu diperingati ini tidak hanya Simbol peringatan belaka tanpa ada pemaknaan yang mendalam dan tidak dapat menjawab persoalan kekinian. Sedangkan kita selalu dipertontonkan oleh realitas pemuda hari ini yang cenderung berkonotasi “negatif”. Krikis karakter yang semakin merajalela, dimana tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi, pergaulan bebas di kalangan remaja semakin membara dimana-mana seperti, dan masih banyak lagi masalah kualitas pemuda yang ada di Indonesia  yang kian jauh dari cita-cita sumpah pemuda.
Oleh karenanya jawaban atas pertanyan di atas itu ialah dengan mengingat kembali spirit perjungan pemuda dulu atas bangsanya dan melakukan sebuah pemaknaan ulang (reinterpretasi) atas sejarah sumpah pemuda itu karena dengan pemuda dapat keluar dari permasalan yang ada, konteks dulu sangat berbeda jauh dengan konteks sekarang, bahkan pemuda sekarang bisa melampui semangat yang dimiliki oleh pemuda-pemuda dulu karena sejatinya kita adalah dilahirkan sebagai anak zaman yang membuat sejarah baru dizamannya sendiri. Maka hal yang mendesak perlu dilakukan oleh pemuda saat ini ialah, rajin-rajinlah belajar mencari ilmu pengetahuan, mencintai bangsa sendiri (rasa nasionlisme), bermental (karakter) kuat dan perlu kedisiplinan dengan demikian kita dapat memberikan sumbangsih pada bangsa kita sendiri, walau hanya sedikit.
Dan kedua ialah harapan besar yang perlu kita haturkan pada Pemerintah baru Presiden Joko Widodo. Kita tahu beliau dalam masa kampanye sering menyebut Revolusi Mental, barangkali itu dapat membantu bangsa Indonesia atas pemudanya keluar dari krisis mental menuju Revolusi Mental itu dengan melalui kebijakan dan program-program nyata, bukan lagi slogan-slogan. Karena sudah lama pemerintah kita ini mencanangkan program pendidikan berkarakter tapi pada kenyataannya belum nampak. 
Bukan kemudian kita selalu menyalahakan permerintah jika program yang dicangkan itu belum dirasakan hasilnya akan tetapi perlu juga kesadaran dari pemuda sendiri, pemuda yang punya tanggung jawab pada bangsa, pemuda sebagai harapan bangsa karena jika pemuda rusak rusaklah bangsa ini, sebaliknya jika pemuda hebat maka hebatlah bangsa ini.
Sebagai penulis yang tergolong masih muda, saya pun di sini perlu bersikap jujur bahwa saya belum bisa berbuat apa-apa terlebih memberikan sumbangsih yang berarti bagi  bangsa kita ini. tapi bukan berarti sebagai pemuda saya lantas bersikap pesimistis. Mari kita sebagai pemuda bersikap optismistik terhadap bangsa kita sendiri dan berusaha melahirkan sejarah baru sebagai petanda bahwa kita memang dilahirkan sebagai anak zaman. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Pemuda Indonesia Bersatulah..!!!

0 komentar:

Posting Komentar