Di
bulan Oktober ini, bangsa Indonesia dipertemukan pada dua peristiwa bersejerah
yang pertema adalah peringatan peristiwa sejarah yang setiap tahunnya selalu
diperingati, yaitu Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan kedua adalah sejarah baru
bagi bangsa Indonesia atas dilantiknya presiden ke 7 Jokowi widodo dan wakilnya
Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober kemarin dan hari minggu (Kemarin-red) susunan
Kabinet yang bernamakan Kabinet Kerja sudah terbentuk dan diumumkan secara
resmi kepada seluruh rakyat Indonesia.
Menarik kemudian, jika dua peristiwa tersebut
dapat dielaborasikan dan ditemukan relevansinya. Pertama Sumpah Pemuda merupakan sebuah peristiwa sejarah penting bagi bangsa Indonesia, peristiwa yang tak bisa kita lupakan begitu saja, pun dengan peristiwa
itu kita jangan kemudian harus kembali pada masa lalu,
akan tetapi sejarah itu kita jadikan refesensi untuk menatap masa depan dan
memecahkan persoalan kekinian. Sejalan apa yang dikatakan oleh Michel Foucault, Sosiolog Perancis bahwa sejarah
bukan melulu bicara masa lalu tapi sejarah adalah untuk masa kini. Lebih dari
itu Fouaoult
menggagas konsep tentang genealogi yang artinya sejarah ditulis untuk
kepentingan masa kini yaitu hubungannya dengan komitmen terhadap
masalah-masalah kontemporer. Maka pertanyaan yang mendasarnya adalah apakah
sejarah sumpah pemuda dapat menjawab persoalan-persoalan bangsa Indonesia saat
ini ?. Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu kiranya dijelaskan di sini
peristiwa sejarah sumpah pemuda walaupun nanti dijelaskan dengan singkat.
Peristiwa
sumpah pemuda bukanlah peristiwa terjadi begitu saja tanpa ada proses panjang
sehingga terjadinya peristiwa tersebut. Sumpah pemuda merupakan bentuk otentik
sejarah bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini
merupakan hasil dari perjuangan keras rakyat yang selama ratusan tahun berada
di bawah garis penjajahan atau tertindas di bawah kekuasaan kaum kolonialis, kondisi
ketertindasan inilah yang kemudian mendorong semangat para pemuda pada saat itu
untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.
Hal itu tak lepas dari kemunculan organisasi yang notabene Pemuda pada saat itu
baik yang sifar pergerakan nasional seperti Organisasi Boedi Oetomo dan organisasi-organisasi pemuda lainnya yang
mengatasnamakan, Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar
Rukun, Jong Islamienten, Jong Bataks Bond, Jong Celebes serta Perhimpuan
Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang memprakarsai terselenggaranya Kongres
Pemuda.
Menelisik peristiswa
tersebut penanda yang perlu disoroti pada peristiwa itu adalah Pemuda. Kata
pemuda itu selalu menarik untuk diberbincangkan khususnya di negeri ini karena
pada dasarnya bahwa setiap peristiswa sejarah di negeri ini adalah selalu
dipelopori oleh pemuda, yang salah satunya bentuk otentiknya adalah sumpah
pemuda sebagai petanda lahirnya bangsa indonesia. Maka agaknya tidak berlebih
jika Bung Karno menekakan bahwa nasib bangsa indonesia ini berada di tangan
pemuda. Bahkan sangking takjubnya kepada pemuda, Bung Karno kemudian berpesan “
berikan aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya, tapi
berikan aku 10 Pemuda niscaya akan aku guncangankan dunia”.
Selebihnya apa yang
dikatakan oleh Bung Karno adalah sebuah pengharapan kepada pemuda. Maka
kemudian bagaimana menjawab pertanyaan mendasar di atas tadi, Agar tidak
terkesan bahwa perayaan Sumpah pemuda yang tiap tahunnya selalu diperingati ini
tidak hanya Simbol peringatan belaka tanpa ada pemaknaan yang mendalam dan
tidak dapat menjawab persoalan kekinian. Sedangkan kita selalu dipertontonkan
oleh realitas pemuda hari ini yang cenderung berkonotasi “negatif”. Krikis karakter
yang semakin merajalela, dimana tawuran antar pelajar sudah menjadi tradisi,
pergaulan bebas di kalangan remaja semakin membara dimana-mana seperti, dan
masih banyak lagi masalah kualitas pemuda yang ada di Indonesia yang kian jauh dari cita-cita
sumpah pemuda.
Oleh karenanya jawaban atas
pertanyan di atas itu ialah dengan mengingat kembali spirit perjungan pemuda
dulu atas bangsanya dan melakukan sebuah pemaknaan ulang (reinterpretasi) atas
sejarah sumpah pemuda itu karena dengan pemuda dapat keluar dari permasalan
yang ada, konteks dulu sangat berbeda jauh dengan konteks sekarang, bahkan
pemuda sekarang bisa melampui semangat yang dimiliki oleh pemuda-pemuda dulu
karena sejatinya kita adalah dilahirkan sebagai anak zaman yang membuat sejarah
baru dizamannya sendiri. Maka hal yang mendesak perlu dilakukan oleh pemuda
saat ini ialah, rajin-rajinlah belajar mencari ilmu pengetahuan, mencintai
bangsa sendiri (rasa nasionlisme), bermental (karakter) kuat dan perlu
kedisiplinan dengan demikian kita dapat memberikan sumbangsih pada bangsa kita
sendiri, walau hanya sedikit.
Dan kedua ialah harapan
besar yang perlu kita haturkan pada Pemerintah baru Presiden Joko Widodo. Kita
tahu beliau dalam masa kampanye sering menyebut Revolusi Mental, barangkali itu
dapat membantu bangsa Indonesia atas pemudanya keluar dari krisis mental menuju
Revolusi Mental itu dengan melalui kebijakan dan program-program nyata, bukan
lagi slogan-slogan. Karena sudah lama pemerintah kita ini mencanangkan program pendidikan
berkarakter tapi pada kenyataannya belum nampak.
Bukan kemudian kita selalu
menyalahakan permerintah jika program yang dicangkan itu belum dirasakan
hasilnya akan tetapi perlu juga kesadaran dari pemuda sendiri, pemuda yang
punya tanggung jawab pada bangsa, pemuda sebagai harapan bangsa karena jika
pemuda rusak rusaklah bangsa ini, sebaliknya jika pemuda hebat maka hebatlah
bangsa ini.
Sebagai penulis yang
tergolong masih muda, saya pun di sini perlu bersikap jujur bahwa saya belum
bisa berbuat apa-apa terlebih memberikan sumbangsih yang berarti bagi bangsa kita ini. tapi bukan berarti sebagai
pemuda saya lantas bersikap pesimistis. Mari kita sebagai pemuda bersikap
optismistik terhadap bangsa kita sendiri dan berusaha melahirkan sejarah baru
sebagai petanda bahwa kita memang dilahirkan sebagai anak zaman. Semoga tulisan
ini bermanfaat.
Pemuda Indonesia Bersatulah..!!!
0 komentar:
Posting Komentar