Minggu, 29 Maret 2015

Surat Terbuka Untuk Bapak Johan Budi Plt Komisioner KPK.

Assalamualaikum wr.wb
            Suatu kehormataan dan kebanggaan bagi kami atas kedatangan Bapak Johan Budi sebagai Plt Komisioner KPK ke kampus tercinta kami, UMSurabaya. Maksud baik bapak untuk mengisi acara seminar BEM FH hari ini, Senin 30 Maret 2015 dengan tema ”Sketsa Buram Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia” kami sangat aspresiasi. Semoga bapak senang dan berkunjung lagi dilain waktu ke kampus kami ini. Izinkanlah pada kesempatan ini, melalui surat terbuka ini kami menyampaikan keluh kesah dan harapan kami sebagai orang awam kepada KPK melalui bapak. 
        Beberapa waktu lalu, Presiden kita, pak Jokowi Dodo melakukan perombakan dalam kepengurusan di KPK yaitu dengan melantik tiga Plt Komisioner KPK baru yang salah satunya adalah Bapak Johan Budi. Sebelum dilantik menjadi Plt Komisioner KPK, bapak hanya sebagai juru bicara di KPK tetapi dengan posisi sebagai Jubir itu bapak johanlah yang sering tampil dan berbicara di depan awak media karena itulah tugas seorang jubir.
        Sekarang posisi bapak lebih berat lagi dari pada posisi sebelumnya. Dulunya hanya bertugas sebagai juru bicara KPK sekarang dengan jabatan Plt Pimpinan KPK bapak telah bertugas untuk Penegakkan Hukum. Kami mengutip perkataan bapak dalam beberapa waktu lalu kepada media bahwa “Saya Ditunjuk Sebagai Plt KPK Bukan untuk Amankan Kasus”. Sungguh perkataan yang amat mulia dan memang harus seperti itulah sifat seorang pemimpin KPK.
             Semoga perkataan bapak itu dapat menjadi obat  keluh kesah kami selama ini yaitu bapak berani memberantas dan tidak mengamankan kasus-kasus korupsi. Semoga bapak berani  mengembangkan kasus BLBI, Bank Century, Pajak Bank BCA dan kasus-kasus lainnya. Kepada bapaklah kami berharap dan mohon utamakanlah kepentingan rakyat. Tangkaplah tikus-tikus kantor di negeri ini.
Hanya ini yang dapat kami sampaikan kepada bapak. Semoga bapak membaca surat terbuka ini dengan hati nurani.
Wassalamualikum wr.wb.

Jumat, 13 Maret 2015

Catatan Kecil Untuk Milad IMM Ke 51




Tepat Pada tanggal 14 Maret 2015, Organisasi Mahasiswa yg dimiliki Muhammadiyah, bernama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) telah memasuki usia lebih dari setengah abad (51 Tahun). Usia yang tidak muda lagi, bagi ukuran organisasi kemahasiswaan. Perjalanan yang panjang ini sedianya dapat memberikan kematangan bagi kader-kader IMM baik dalam pemikiran maupun transformasi gerakanya.
Hari ini, menjadi momentum bagi kader-kader IMM untuk membuka kembali lembaran berupa pesan bahwa kelahiran IMM 51 tahun yang lalu mengemban tanggung jawab besar.  Pesan itu termaktub dalam salah satu di Enam Penegasan IMM, kita tahu enam penegasan ini menjadi menjadi ruh kelahian IMM dan dari itu pula lahirlah Tri kompetensi Dasar yang menjadi ciri khas IMM. Pesan itu ialah Amal IMM adalah Lillahi Taala dan Senantiasa diabadikan untuk kepentingan masyarakat.
Pesan di atas semakin hari semakin pudar dan kehadirannya semakin jauh dari perhatian  kader. Realita itu dapat dibenarkan, ketika kader IMM hanya disibukkan dalam  persoalan administratif, konflik di internal, perdebatan mengenai posisi dan masalah lainnya yang sebenarnya kurang substansial dan akhirnya diskursus mengenai transformasi gerakan ikatan tergadaikan oleh persoalan-persoalan  tersebut. Maka yang hendak saya katakan di sini adalah seorang kader harus mampu memahami dirinya sebagai kader dan mempunyai kesadaran untuk melakukan transformasi gerakan ditengah di masyarakat.
Oleh karenanya, kesadaran kader akan realitas masyarakat, dimana solidaritas antar masyarakat mulai luntur, kaum lemah, tertindas atau mustadzafin yang jarang tersentuh menjadi tugas kader IMM dan di sinilah kader untuk menentukan posisi. Bukan mengambil jarak, menjauh dari masyarakat. Pesan di atas itu, hendaknya tidak hanya dipahami secara tekstual dan dihafalkan akan tetapi kader IMM mampu mengejewantahkannya dalam bentuk gerakan praksis. Sehingga kader IMM tidak terkesan berteori dan konsep saja, tetapi dapat mengamalkannya untuk kepentiingan masyarkat dengan lillahi Taala sebagai prasyaratnya sebagimana maksud pesan di atas.
            Saat dimana 'yang lain' telah disibukkan dengan hal lain nan jauh dari pergumulan masyarakat. Komisariat Psikologi “allende” yang belum genap setengah tahun berdiri telah memberikan warna baru. Bukan karena komisariatnya yang baru, tapi semangat kader-kadernya yang masih baru dan memiliki keberanian untuk terjun ke masyarakat melakukan pendampingan dengan mengajar anak-anak jalanan.
Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun dari apa yang kita lakukan di IMM. Saya Ucapkan Selamat Milad IMM Ke 51. Saya Bangga Jadi Kader IMM.

Jumat, 27 Februari 2015

DAD IMM Psikologi dan FIK



21 Februari 2015
Hari ini terasa lelah sekali. Pengalaman pertama menjadi Master Of Training (MOT) di DAD Bersama IMM Psikologi dan FIK membuatku tidak bisa tidur selama 2 hari. Tanggung Jawab besar dalam perkaderan ini mengharuskan aku untuk sabar dan semangat. Karena bagiku Kaderisasi adalah harga mati.
Dalam kelelahan ini aku masih bisa becanda garau bersama teman-teman seangkatanku dan adek-adekku, seakan lelah itu hilang seketika. Terima Kasih teman-teman dan adek-adek.
Aku selalu berpesan kepada kalian, “jangan lupakan kaderisasi, sama-sama belajar dan meningkatkan kapasitas diri”
Sesungguhnya kaderisasi formal tidak akan melahirkan kader yang berkomitmen seketika, akan tetapi kaderisasi kulturallah yang akan mewujudkan itu. Yaitu kaderisasi yang dilakukan secara terus menerus, membangun hubungan emosianal dan mengambil kepercayaan kader. Sehingga dengan itu dibutuhkan pengorbanan, keikhlasan, keteguhan dan ketabahan sebagai modal dalam proses kaderisasi.
“Di akar rumput (Komisariat) dibutuhkan kader dengan solidaritas organik, terlibat dalam proses dan menghargai proses”.